Mandela dan ranjang kematian 

Boleh jadi putri sulungnya, Makaziwe, telah memiliki firasat ayahnya bakal wafat. Awal pekan ini dia mengungkapkan Nelson mandela tengah berjuang hebat di ranjang kematian.

"Dalam beberapa kesempatan, kami bisa melihat dia berjuang keras untuk bertahan hidup, semangatnya masih ada," kata Makaziwe kepada stasiun televisi the South African Broadcasting Corporation, seperti dilansir surat kabar the Telegraph hari ini.

Makaziwe benar. Sang ayah akhirnya mengembuskan napas terakhir hari ini dalam usia 95 tahun. Dia meninggal akibat infeksi paru dan penyakit pernapasan dia derita bertahun-tahun.

Semalam para sahabat dan kerabat dekatnya berkumpul di kediamannya di Kota Johannesburg. Termasuk dua cucu dan Bantu Holomisa, teman karib keluarga. Sejumlah tentara juga hadir dalam rumah di kawasan Houghton itu.

Selentingan berada di kalangan wartawan bahkan menyatakan Mandela telah tutup usia. Namun tidak ada yang mau berkomentar. Seorang teman dekat keluarga membenarkan kondisi Mandela sedikit memburuk. "Semuanya benar-benar murung," ujarnya.

Marc Maharaj, juru bicara Presiden Afrika Selatan, jacob Zuma, juga menghindar. Dia menyatakan bakal mencari tahu perkembangan terakhir Mandela dari tim dokter merawat dia.

Memburuknya kondisi Mandela terjadi saat fim biografinya berjudul Long Walk to Freedom diputar buat kali pertama di Ibu Kota London. Pangeran William bersama istrinya, kate Middleton, juga hadir.

Zindzi, putri Mandela, ikut menonton mengungkapkan ayahnya masih baik-baik saja. "Dia 95 tahun dan benar-benar ringkih. Kami berharap masih bisa melihat dia lagi," tuturnya.

Doa Zindzi tidak terkabul. Mandela akhirnya menutup mata untuk selamanya di atas tempat tidur disebut anaknya sebagai ranjang kematian.

 
Top